<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>IMPULSIVE</title>
	<atom:link href="http://linggalintang.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://linggalintang.wordpress.com</link>
	<description>:pure random thought</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Apr 2010 16:52:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='linggalintang.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>IMPULSIVE</title>
		<link>http://linggalintang.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://linggalintang.wordpress.com/osd.xml" title="IMPULSIVE" />
	<atom:link rel='hub' href='http://linggalintang.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kesemutan,jangan anggap remeh</title>
		<link>http://linggalintang.wordpress.com/2010/04/19/kesemutanjangan-anggap-remeh/</link>
		<comments>http://linggalintang.wordpress.com/2010/04/19/kesemutanjangan-anggap-remeh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Apr 2010 16:52:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>linggalintang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://linggalintang.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Asemmm..semutan&#8221;..itu kata kata awal saya kalo setelah beberapa lama kaki ditekuk,,komat kamit baca dzikir..pada acara 7 hari meninggalnya orang. Sumpah menderita banged dah kalo sudah kesemutan. Mau dislonkorin malu, mau diterusin thu semut makin menggila. Jadi terpikir,,apa itu kesemutan yang membuat saya atau kalian menderita (lebay dah..)..Berikut kesimpulan wawancara saya dengan Anastasia A.H. he3.. READ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=linggalintang.wordpress.com&amp;blog=3495055&amp;post=36&amp;subd=linggalintang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://linggalintang.files.wordpress.com/2010/04/kesemutan.jpg"><img title="kesemutan" src="http://linggalintang.files.wordpress.com/2010/04/kesemutan.jpg?w=198&#038;h=300" alt="" width="198" height="300" /></a></p>
<p>&#8220;Asemmm..semutan&#8221;..itu kata kata awal saya kalo setelah beberapa lama kaki ditekuk,,komat kamit baca dzikir..pada acara 7 hari meninggalnya orang. Sumpah menderita banged dah kalo sudah kesemutan. Mau dislonkorin malu, mau diterusin thu semut makin menggila. Jadi terpikir,,apa itu kesemutan yang membuat saya atau kalian menderita (lebay dah..)..Berikut kesimpulan wawancara saya dengan Anastasia A.H. he3..</p>
<p>READ IT &lt;&lt;</p>
<p>Kesemutan atau parestesia dalam ilmu kedokteran merupakan sensasi  pada permukaan tubuh tertentu yang tidak dipicu rangsangan dari luar.  Bisa juga diartikan sensasi rasa dingin atau panas di suatu bagian tubuh  tertentu, atau sensasi rasa dirambati sesuatu.</p>
<p>Kesemutan akan terjadi apabila syaraf dan pembuluh darah dalam tubuh  kita mengalami tekanan, misalnya saja duduk bersila ataupun jongkok.  Biasanya kesemutan akan hilang jika bagian tubuh yang mengalami  kesemutan digerakkan.</p>
<p>Nah..yang perlu diwaspadai kalau kesemutan tidak hilang walaupun  bagian tubuh sudah digerakkan bahkan malah menyebar ke bagian tubuh  lainnya. Kalau sudah begini lebih baik anda segera memeriksakan diri ke  dokter karena bisa jadi ini merupakan gejala penyakit serius loh.</p>
<p>Ini dia Beberapa gangguan kesehatan serius yang ditandai gejala  kesemutan, antara lain:</p>
<p><strong>Radang sumsum tulang belakang (myelitis)<br />
</strong> Terjadi pada orang dewasa, kadang-kadang gejala kesemutan  didahului oleh flu berat. Kesemutan yang dirasakan akan menghebat, naik  dari ujung jari kaki sampai ke pusar (perut tengah). Gejalanya  berkembang menjadi rasa tebal di permukaan kulit. Setelah fase ini,  penderita akan mengalami kesulitan berjalan. Ini adalah gejala radang  sumsum tulang belakang, yang terjadi karena serangan virus bernama  cytomegalovirus (CMV). Penderita menjadi tidak bisa mengontrol buang air  kecil. Buang air besar pun sulit. Penyakit ini dapat disembuhkan total,  dapat pula cuma sembuh sebagian, tetapi ada juga yang sampai lumpuh.</p>
<p><strong><strong>Diabetes mellitus atau kencing manis</strong><br />
</strong> Pada penderita diabetes, kesemutan adalah gejala kerusakan  pembuluh-pembuluh darah. Akibatnya, darah yang mengalir di ujung-ujung  syaraf berkurang. Gejala yang dirasakan biasanya telapak kaki terasa  tebal, kadang-kadang panas, dan kesemutan di ujung jari terus-menerus.  Kemudian disertai rasa nyeri yang menikam, seperti ditusuk-tusuk di  ujung telapak kaki, terutama pada malam hari.</p>
<p><strong><strong>Carpal Tunnel Syndrome (CTS)</strong><br />
</strong> Kesemutan yang menyerang ujung jari, biasanya tangan kanan,  dan kemudian berkembang menjadi rasa tebal, saat digunakan beraktivitas,  adalah gejala CTS. Gejala kesemutan ini berkaitan dengan rongga di  pergelangan tangan (karpal) yang mengalami pembesaran otot-otot sehingga  menekan saraf yang melewati terowongan tersebut. CTS bisa menjadi  gangguan lebih serius bila didiamkan cukup lama, misalnya 1 – 2 tahun.  Pada tahap ini tekanan otot sudah mengganggu aliran darah ke tangan,  dengan akibat otot-otot yang mengalami kekurangan nutrisi akan mengecil,  dan melemahkan otot.</p>
<p><strong><strong>Jantung</strong><br />
</strong> Pada penderita sakit jantung, kesemutan dapat juga timbul  karena komplikasi jantung dan sarafnya. Yang terjadi misalnya, si  penderita menjalani operasi pemasangan klep jantung. Saat pemasangan,  ada bekuan darah menempel, yang kemudian terbawa aliran darah ke atas,  dan menyumbat salah satu pembuluh darah di otak. Bila sumbatan di otak  itu kebetulan mengenai daerah yang mengatur sistem sensorik, si  penderita akan merasakan kesemutan sebelah. Bila daerah yang mengatur  sistem motorik juga terkena, kesemutan akan menjadi kelumpuhan.</p>
<p><strong><strong>Rematik</strong><br />
</strong> Rematik juga menimbulkan kesemutan atau rasa tebal. Gejala  kesemutan karena rematik akan hilang bila rematik sembuh.</p>
<p>Jadi, kita jangan anggap remeh kalo kesemutan karena kesemutan  merupakan bagian dari gejala penyakit sebenarnya tahap paling awal dari  suatu proses kehilangan rasa. Kalau tahap paraesthesia (kesemutan) sudah  terlampaui, pasien meningkat pada hypaesthesia (baal) sampai akhirnya  mengalami anaesthesia (hilang rasa sama sekali).</p>
<p>Bila kesemutan tidak hilang hanya dengan dikibaskan, bila tadinya  hanya terasa di dua jari kemudian di semua jari, lalu merambat ke  tangan; bila tadinya hanya terjadi sekali-sekali namun kini hampir tiap  hari, atau bila kesemutannya telah meningkat menjadi baal, itu saatnya  kita harus pergi ke dokter. So..kita harus lebih waspada bukan…</p>
<p>sumber:<a href="http://ADAbisnis.com" target="_blank"> Anastasia A.H</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/linggalintang.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/linggalintang.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/linggalintang.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/linggalintang.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/linggalintang.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/linggalintang.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/linggalintang.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/linggalintang.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/linggalintang.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/linggalintang.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/linggalintang.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/linggalintang.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/linggalintang.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/linggalintang.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=linggalintang.wordpress.com&amp;blog=3495055&amp;post=36&amp;subd=linggalintang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://linggalintang.wordpress.com/2010/04/19/kesemutanjangan-anggap-remeh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c802be2e499839c319335725505c52e5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">linggalintang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://linggalintang.files.wordpress.com/2010/04/kesemutan.jpg?w=198" medium="image">
			<media:title type="html">kesemutan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
